Minggu, 24 Maret 2013

NINETEENTH 3

CHAPTER 3
-Lokasi : kamar, seisi kamar dan ruangan di luar pintu kamar
Cast : fatimah
Liana masuk ke kamar menyalakan lampu, melepas wedges nya di kamar, menghapus make-up nya, membuka lemari pakaian mengambil baju tidur, mengambil haduk, keluar kamar. Masuk kamar, tidur.

-lokasi : kampus/ nurul fikri
Cast : fatimah, risca, rika, mia, zenu, fidi, raza, falahi
Di dalam kelas Liana duduk ditengah-tengah temannya, lalu satu per satu temannya menghilang dr tempat duduknya masing-masing. Lalu ada satu tangan yang tiba-tiba dari belakang. Lalu di papan tulis ada tulisan spidol merah "Liana selamat datang. Aku mau kamu juga meradakan hal yang sama dengan ku". Liana bangun

-lokasi : kamar, kasur
Cast : fatimah
Liana tetbangun dengan nafas tersengal-sengal, sambil beristighfar. Lalu tabletnya berdering. Ia meraih tabletnya dikasur dan membuka chat tersebut.
Isi chat=
Nina : li lagi apa? Sorry banget ya td siang gue ga bisa ke party lu, gue lagi ada acara sama anak kampus gue di orchard walk BNR. Ini gue baru balik --->34minutes ago
Nina : linay, bales napa eh! Lu marah ya? Maaf deh jangan marah dong sayoong :'( maaf -->1minutes ago
(Liana membalas chat tsb)
Liana : sorry ya nin, gue baru bangun nih td capek banget. Iya gpp selow aja ;)
Nina : ohahaha yang udah 19 tahun mah beda. On skype dong kangen nih gue sama lu
Liana : oke, bentaran ya gue ngambil minum dulu
Liana keluar kamar mengambil minum, tabletnya kembali berdering. Liana masuk kamar dan menaruh gelasnya di meja
Ada sosok aneh di video call tersebut
(Liana mengamati dengan serius apa yang dilihatnya. Lalu ia menutup tabletnya di atas kasur. Tak lama kemudian chatnya kembali berdering)
Nina = sorry lin, skype nya lagi error. Maaf yaa jd ga jadi deh
(Liana semakin heran setelah membaca pesan dr nina tsb)
Tak lama kemudian hp nya berdering. Bbm dari niken
Isi bbm=
Niken : linay, besok pagi anterin gue beli hadset ya. Ajak Dio juga, lagi kangen sama liana pengen jalan sama linay, haha td dia bikin pm dia begitu -->29 minutes ago
Niken : liin, ampun deh molor li? Pokoknya besok fix haru ikut. Dio udah gue ajak dan dia mau. Nanti kalian berdua gue jemput dirumah lu naik mobil gue --> 1minutes ago
(Liana menghela napas dqn kembali tidur)

NINETEENTH 1

PERKENALAN
1. Keluar dari mobil satu persatu
Rika : nama gue kezia
Mia : nama gue Tasha
Zenu : gue, Zafrani
Falahi : gue Angga
Fidi : panggil gue Afif
Raza : gue Dimas
Risca : dan gue niken
Kita semua temenan dari 4 tahun yang lali dari jaman kita masih SMA. Dan sampe sekarang, persahabatan kita masih tetep terjaga.
2. Depan meja rias sambil make-up pake maskara, tempat->kamar liana
Fatimah : nama gue Linay dengan nama kesayangan Li-nay. Besok birthday gue yang ke 19, dan sekarang gue lagi dandan buat persiapan besok. Pokoknya besok gue harus keliatan cantik di depan temen2 khusunya Dio.
3. Dikamar, milih-milih baju. Banyak baju berserakan di atas kasur dengan hanger nya.
Prasasti : besok party org terspesial di hati gue. Jadi gue, seorang dia harus tampil perfeft di depan Linay. (megang kotak kado) oke, kado usah siap!

CHAPTER 1
-Lokasi : mall botani
Cast : zenu, rika, risca, mia, raza, falahi, fidi
Dari awal pintu lobby terbuka Masuk loby, cewe-cewenya rusuh sambil ketawa-ketawa. Cowo-cowonya stay cool dibelakang, ada yang asik mainin hape, ada yang sibuk benerin earphone di kupingnya.
Zenu : sumpah ya Ken kadang lu suka beloon banget, masa bilang gue laper ih pengen juice strowberry
Mia : aduuh Ken, itu mah namanya lu seret (sambil megang tenggorokan menghadap ke Niken) nih aus nih aus
Rika: haha kaga bakalan kenyang kayak gitu mah, laper ya makan nasi kek apa gitu ini mah malah nge jus
Fidi : suka gini lu mah kadang-kadang (miringin tangan di jidat) udah yuk udah ini kita jadi mau nyari kadonya sendiri2 apa patungan nih?
Risca : sendiri- sendiri aja deh ya, tp ga perlu yg mahal-mahal masalahnya gue lagi bokek nih
Falahi : (sambil buka earphone) mending nyarinya mencar aja deh yah, cewek cewek, cowok cowok nanti ketemu lagi di lobby
Fidi : Dim, ih lu mah main hape wae
Raza : iya-iya gue denger kok. Oke sip mencar nih yaa nanti kalo udah sms aja ketemu lg disini
(Pisah jalan, cewe-cewe pada acungin jempol. Siiip)
Camera shoot perjalanan mereka-mereka keluar masuk toko. Di percepat dan di cut cut. Dan dialog mulai lagi pas di lobby
Falahi : lama amat sih ini cewek-cewek. Kita mah udah selesai dari tadi
Mia : ya allah selow aja kek. Ribet tuh si Niken belom dapet lagi
Risca : atuh yah eh gue gimana ini?
Rika : ah Ken lu mah ribet sih, capek nih capek
Zenu : pengkor ah kaki gue. Balik yuk
Raza : yaudah balik nih?
Rika : iya dim balik aja yuk udah capet banget nih

-lokasi : parkiran di botani
Cast : risca, dan yang lain pada lagi jalan ke arah mobil parkir
(Jalan ke arah mobil. Disamping mobil orang Niken melihat ada kalung yang masih bagus yang sudah dibuang. Lalu ia menghampirinkalung tersebut)
Pas risca ngambil kalung, ada sebuah tangan (nampak seperti bayangan) menyentuh tangan risca dan ikut mengambil kalung tersebut bersamaan dgn risca
Risca : eh eh bagus ga? Gue ngadoin si Linay ginian aja yah?
Fidi : lah dapet dari mana lu Ken?
Risca : ada deh..
Zenu : coba liat! (Mengamati kalung) yaudah gpp, lucu kok
#bunyi alarm mobil#

Senin, 14 Januari 2013

Tarian dari Langit


Tarian dari Langit
Cerpen Khairul Jasmi

Budiman duduk termenung.
Kalau saja ia sempat memegang tangan adiknya itu, mungkin Cut Rani, masih hidup. Tapi tidak, air laut telah merenggutkan semua anggota keluarganya. Pagi itu, 26 Desember 2004. Sejarah amat buruk menerjang Aceh.

Pagi cerah, sedikit berawan di langit Aceh. Seperti biasa, jarum jam bergerak teratur. Burung berkicau, ombak di pantai menghempas jinak. Anak-anak telah bangun. Tanpa jam. Yang lain, terlelap di ayunan. Masa depan yang buruk segera dimulai, tanpa orang Aceh dapat menolaknya. Di sejumlah desa dilangsungkan pesta perkawinan. Di tempat lain, orang bergegas ke sawah atau ke ladang. Di kota-kota penduduk bermalas-malasan di pagi itu.
Lantas, bumi pun rengkah. Gempa dangkal dan kuat telah terjadi tidak jauh dari Meulabuh. Lalu air laut mengamuk, membawa magma dari dasar laut. Melanyau seisi negeri. Ratusan ribu orang tewas seketika.
Kepiluan lalu terbentang panjang.
Budiman masih hidup.
Ia ingat adiknya, Cut Rani. Mayatnya tidak ditemukan. Juga tidak mayat ayah bundanya.

Budiman memegang foto adiknya yang disisakan oleh bencana. Cut adalah adik semata wayang. Cinta pada adiknya tak terbeli oleh apa pun jua. Budiman masih ingat, ketika sepekan menjelang musibah, Cut Rani merenggek minta ditemani untuk tampil menari di Banda Aceh.
Dan saat Cut Rani tampil, Budiman serasa memiliki seorang adik, seorang bidadari.
Malam itu:

Ruangan menjadi gelap. Lalu biang cahaya menusuk lembut ke kain putih yang jadi latar belakang pentas. Kain putih itu 'beriak' kecil.
"Assalamualaikum". Beberapa detik kemudian tari Poh Kipah dimulai. Cut Rani meliuk, ia seperti memegang keempat sudut pentas. Ia berlari, ia memainkan bola matanya.
Ketika Cut Rani mulai melentikan jemarinya, ketika hentak kaki menghantam lantai pentas, sepertinya saat itu, gerakannya sedang membawa ruh dari meunasah tua ke sisi tempat duduk para penonton. Ada 27 orang penari yang masuk silih berganti. Tapi, Cut Rani malam itu bagai penari tunggal.
Gadis siswi SMA kelas satu itu benar-benar menguasai gerakan tari yang ia bawakan. Memang sebelum tampil ia berbisik pada kakaknya. "Tari ini untuk kakak," katanya.

Poh Kipah yang berarti tarian kipas, sesungguhnya hanyalah tarian biasa, paut-memaut keseharian anak muda. Tapi, karena ini Aceh, maka tari itu berangkat dari meunasah (surau), sebuah institusi paling kokoh dalam menyemai pengetahuan agama (Islam) kepada anak negeri di Aceh. Nuansa Islam memang kental dalam tarian Pok Kipah ini. Suara pekikan, hentakan kaki yang kuat, keriangan dan kelincahan, benar-benar menjadi kunci suksesnya tari ini.
Begitulah empat orang penari wanita memasuki pentas. Di belakangnya telah duduk para pemain musik tradisi berupa serune kale, rapai dan gendang. Seorang wanita duduk bersimpuh di antara pemusik. Ia mendendangkan syair-syair tradisional. Tentunya bernafaskan Islam. Suasana mulai terasa makin riang, ketika 10 orang penari wanita kembali masuk. Ada kipas di tangannya. Kipas itu, membawa bebunyian yang indah, ditingkah dentum kaki pada lantai pentas dan tepuk tangan yang cepat, ligat dan seirama.
Pada akhirnya, penari tersisih menjadi tiga kelompok. Pada kiri kanan masing-masingnya delapan orang dan di tengah 11 orang penari. Sebenarnya di sanalah pesan itu mulai sempurna. Pesan tarian dari Aceh: mari bergotong-royong dalam keriangan. Mari bersatu dan kesatuan merupakan keindahan yang sungguh memukau. Kesatuan gerak, kesatuan sikap, kesatuan penampilan dan kesatuan hati, menghasilkan sebuah tari yang indah.
Tari Poh Kipah pada awalnya tari ini hanya dimainkan lelaki dan hanya di maunasah saat peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. Namun kini, tarian itu, bergerak dari maunasah lantas (hendak) memberi kabar ke seluruh penjuru bahwa Aceh sesungguhhnya adalah keringan, bukan permusuhan apalagi kematian. Jika dulu geraknya hanya sederhana, kini diperkaya. Tapi tetap berpagut pada akar tradisi.
Memang malam itu, penari tampil paripurna. Apalagi Cut Rani.
Tapi, murai kecil itu telah pergi. Atau Cut Rani adalah burung kelana yang belum sempat berkenala. Saat sayap akan dikepak, nestapa merenggutkan segalanya

Budiman duduk termenung. Ia terkenang keluarganya. Ia teringat semuanya. Cut Rani, kini serasa berada di depan Budiman. Ia sedang menari. Tapi bukan tari Poh Kipah lagi. Melainkan tarian aneh. Mungkin tarian dari sorga. Cut Rani menari di atas awam yang merendah. Ia melekatkan cindai di pinggangnya. Di sisi Cut Rani, seorang penari lelaki nan jombang terlihat mengiringi ketukan kaki Rani pada lantai berpermadi merah.
Tak lama kemudian Rani seperti terbang ke langit yang berlapis. Mata Budiman melihat dengan jelas, Rani sedang berada di langit lapis keempat. Ia disambut seorang Nabi. Lantas Sang Nabi menepuk-nepuk pundaknya. Rani kemudian melesat kencang kembali ke bumi. Ke Tanah Aceh, ke dekat Budiman sedang duduk.

"Kakak." Ia menyapa.
Budiman gelagapan. Adiknya, menyapanya dengan suara lain. Suara itu seperti dipesan dari sorga.
Budiman telah mengenal sorga. Paling tidak dari cerita nabi-nabi yang dituturkan ibunya. Di sorga mengalir sungai yang airnya dari susu dan madu. Buah tumbuh lebat di mana-mana. Dipetik seketika, tumbuh lagi seketika. Di sorga bidadari ada di mana-mana.
Dan kini, adiknya jadi bidadari. Menari di hadapannya. Cut Rani terlihat lebih cantik, lebih putih dan jernih. Pakaiannya alangkah indahnya, tak tertandingi oleh pakaian siapa pun di dunia.

Tak lama kemudian muncul pula ibu dan ayahnya. Orang tuanya itu, memakai pakaian yang indah pula. Memanggil namanya. Keduanya kemudian mendekat dan mencium kening Budiman.
Budiman menangis. Air matanya jatuh ke tanah.
Ia ingin berbicara dengan orang tua dan adiknya. Tapi, lidahnya kelu. Ia ingin menggerakkan tangannya. Tapi tangan itu terasa amatlah beratnya. Ayahnya kemudian berbicara. Suara ayahnya menggema ke seluruh pelosok negeri.
Kata sang ayah:

"Nak, Naggroe Aceh Darussalam adalah sebuah daerah yang unik. Penduduknya dikenal paling gigih menentang penjajahan Belanda. Sepanjang sejarah kolonialisme Belanda di Hindia Belanda, hanya untuk Acehlah, diperlukan seorang penasehat ahli khusus bernama Snouck Hurgronje. Orang ini dibebani tugas khusus untuk mempelajari seluk-beluk Aceh, tentang kebiasaannya, adat dan terutama tentang Islam dan pemahaman orang Aceh atas agama tersebut. Pemikir kapir itu kemudian ternyata berhasil menemukan 'kunci sukses' untuk menaklukan Aceh.
Aceh baru benar-benar bisa ditaklukkan Belanda setelah 1900-an. Bahkan sampai 1942, rakyat Aceh terus mengganyang Belanda. Karena itu, kalau disebut-sebut Belanda menjajah Indonesia selama 350 tahun, tidaklah benar, sebab ada bagian dari negeri ini, yang sulit disentuh Belanda.
Itu pun setelah perang hebat yang dikenal dengan Perang Aceh 1983-1904. Perang yang amat melelahkan itu benar-benar membuat Belanda hampir putus asa. Entah berapa banyak serdadu Belanda tewas di tangan pejuang Aceh. Perang hebat itu kemudian melahirkan sejumlah pahlawan Tanah Rencong: Teuku Umar, Cut Nya Dien, Panglima Polim dan sederatan nama lainnya.

Setelah kemerdekaan, Aceh menyumbang sebuah pesawat terbang bagi Indonesia. Pesawat pertama milik negara itu dibeli orang Aceh dengan uangnya sendiri. Berbagai upaya telah dilakukan untuk 'membujuk' Aceh. Pada tahun 1959, pemerintah memberikan status 'Daerah Istimewa' bagi provinsi itu. Rakyat Indonesia menyapa Aceh dengan sebutan, 'Serambi Mekah', atau 'Tanah Rencong'.
Sebutan Serambi Mekah sesungguhnya melekat pada Aceh karena Aceh merupakan pintu gerbang bagi rakyat Indonesia tempo doeloe untuk pergi ke Mekah guna menunaikan ibadah haji. Jemaah haji di Indonesia menjadikan Aceh sebagai tempat persinggahan mereka sebelum dan setelah kembali dari Mekah. Bahkan tidak jarang dari mereka menetap dulu di Aceh guna memperdalam ilmu agama, untuk kemudian baru kembali ke kampung masing-masing. Orang dulu naik haji selain menunaikan rukun Islam kelima, juga untuk menuntut ilmu agama.

Musibah Aceh adalah hukuman bagi Indonesia, bukan untuk Aceh, meski orang lain menyebutnya peringatan.Tapi ayah sudah bicara dengan Tuhan, ini adalah hukuman untuk Indonesia, negerimu!
Ketahuilah Nak, sejak 1511 sejak Melaka jatuh, sejak Islam meluas bermula dari Aceh hingga 2004, terpaut masa selama 493 tahun. Selama ini pula Aceh hanya memberi pada Indonesia, tapi tidak pernah menerima. Yang mereka terima terakhir hanyalah sebuah basa-basi belaka. Juga pembantaian demi pembantaian."

Suara itu berhenti. Hilang. Yang terlihat hanyalah Cut Rani. Gadis itu kembali menari Poh Kipah. Menari dan menari. Lalu dalam liukan terakhir, Cut Rani hilang entah kemana. Mungkin ia kembali ke sorga.
Budiman tersentak dari lamunannya.
Matanya terbelalak, yang terlihat hanyalah negeri yang rusak binasa, Sesayup-sayup mata memandang yang terlihat hanyalah kebinasaan yang tak terpermanai.
Budiman menangis. Sebuah tangis tanpa air mata.

( )

Jumat, 07 Desember 2012

Saat ini aku merasa kamu adalah segalanya untuk ku
Kita nggak pernah sadar saat cinta itu datang, semua itu akan baru terasa jika aku kehilangan kamu
Ketemu kamu adalah kecelakaan terindah didalam hidup aku
Semua begitu indah bahkan meninggalkan luka yang begitu dalam

Takdir yang mempertemukan kita
Kau yang selalu membuatku tersenyum, bahagia berada disisi mu. Kau yang selalu memanjakan aku, menerima kekurangan ku, dan tak pernah lelah untuk memahami ku. Bahagia itu ya, disisi mu, memiliki mu, bersama mu, menghabiskan waktu dengan mu, dan belajar memahami kamu.

Setiap didunia ini terlahir berpasang-pasangan. Jika kau membuat ku senang, pasti kau juga yang membuat ku sedih. Sedih senang yang kita hadapi bersama memang sudah berpasangan hadirnya, namun apakah kita berdua -aku dan kamu diciptakan untuk berpasangan nantinya?
Jalan kita di saat yang kemarin, hari ini dan kedepannya
Selebihnya dirimu dan diriku yang lebih tau
Dan di ujungnya nanti, Tuhan yang tau ..

Keteteran Tugas Menjelang UAS

Demi apapun yaa yang namanya SMA beda banget sama SMP. Dulu kalo SMP mau UAS tuh seminggu kita latihan soal dan dikasih kisi-kisi soal UAS, lah sekarang boro-boro. Seminggu menjelang UAS malah dipadetin sama setoran hapalan-hapalan dan remedial-remedial ulangan harian. Ya Allaaaah, capeek kali yah kalo SMA aja udah kayak gini gimana kuliah T_T

Dan ...
Asli, demi apapun UAS kali ini gue ga bersemangat banget. UAS udah Nggak ada spesial-spesialnya , sama aja kayak ulangan-ulangan harian biasa. Dan ga ada semangat lagi buat dapetin nilai bagus.

Gimana sih perasaan lu kalo ada temen lu yang pinter tapi pelitnya naujubileh >_<
Aduuh udah SMA masih aja pelit, egois. Percuma pinter kalo ga solidaritas mah, ga bisa berinteraksi dgn baik. Wkwk
Sebel banget sama org dibelakang gue yang pelitnya naujubileh pdhl dia pinter. Yang namanya eksak wajar kali kalo nyerah mah, apalagi matematika. Kalo udah bel waktu habis pengennya tuh ngerampas kunci jawaban temen terus kita salin deh di ljk kita, Wkwk maklum gue rada sesat belakangan ini -_-

Aah intinya gue makin hari makin capek dengan tugas-tugas yang bikin otak bebel dan berasap -__-OHGOD help us #SMA

My Second Blog

Ini adalah blog kedua gue setelah yang kemaren sedikit krispaw dan kolot, dan akhirnya yaa gue memilih buat move ke blog baru ini. Ga tau kenapa pas kemaren browsing dari e-talenan gue yang dapetminjem ini, tiba-tiba gue jadi kepengen buat rajin nulis-nulis di blog.
Bosen juga nge tweets di twitter, nge post di fb, mending move ke blog! Lebih panjang karakternya dan lebih ,,, aduuh lebih apa yaa? Haha

Naah sekalian promote twitter dan fb gue